Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia 2010, sekitar 60 persen UKM dikelola oleh perempuan Indonesia. "Tanpa disadari ternyata perempuan memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian negara," ungkap Pinky Saptandari, Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Kompas Female, di sela acara Katumbiri Expo di Jakarta Convention Center.
Kesadaran perempuan Indonesia untuk maju dan berkembang dalam ekonomi dan keluarga membantu peningkatan dan berkembangnya bibit-bibit jiwa wirausaha perempuan. Kondisi krisis ekonomi secara tak langsung juga mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan perempuan dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi pribadi dan keluarga.
"Namun yang paling penting adalah, para perempuan ini bisa membantu kemandiriannya sebagai manusia tanpa harus tergantung pada suaminya dalam batas-batas tertentu," beber Pinky.
Tak dipungkiri juga, bahwa dengan berwirausaha para perempuan juga bisa memiliki kemandirian secara finansial dalam keluarga. "Dengan adanya kemandirian ekonomi, perempuan bisa memiliki power dan kekuatan sendiri untuk melakukan apapun, serta membuka akses ke semua jaringan. Selain itu, power ini juga akan bisa memperkuat perempuan secara psikologis, dan menghindari adanya tindakan pelecehan ataupun KDRT dalam rumah tangga. Dan ini membuat perempuan punya posisi bargaining dalam keluarga; bukan berarti untuk mengalahkan suami, tapi agar tidak disepelekan karena kita juga memiliki kontribusi dalam ekonomi," tambah Pinky.
Sayangnya, banyak perempuan yang hingga kini belum menyadari kemampuan mereka untuk berwirausaha. Banyak hal yang menjadi pertimbangan mereka, seperti tidak adanya dukungan dari suami, atau karena adanya kewajiban dalam ranah domestik yang harus dilakukan setiap hari.
"Padahal hal tersebut masih bisa diselesaikan dengan baik. Seharusnya tidak ada yang dikorbankan ketika perempuan memilih untuk berwirausaha," ungkap Santi Mia Sipan, President Director PT Jaty Arthamas, dalam kesempatan lain di Pisa Cafe, Jakarta Selatan.
Tak sedikit pula para perempuan yang memutuskan berwirausaha dengan modal nekad, namun ternyata mampu meraup kesuksesan. "Para perempuan ini memiliki beberapa kelebihan untuk berwirausaha dibandingkan dengan pria," tukas Pinky.
Beberapa kelebihan perempuan dalam mengelola bisnis dibanding dengan pria adalah:
1. Networking
Dibandingkan dengan pria, perempuan memiliki keunggulan dalam hal networking. "Perempuan memiliki keunggulan dalam segi jaringan pemasaran, karena memiliki pergaulan yang luas," bebernya. Hal ini disebabkan perempuan memiliki kemampuan sosial dan mudah bergaul, sehingga lebih mudah untuk bisa menjaring konsumen. Misalnya saja melalui arisan.
"Banyak orang, terutama pria, yang mengganggap bahwa arisan hanya menghabiskan uang, padahal sebenarnya itu merupakan salah satu cara untuk menjalin relasi," jelas Pinky. Sekarang ini, setiap perempuan -khususnya ibu rumah tangga- pasti mengikuti beberapa kegiatan arisan sekaligus dalam satu waktu. Jika cerdik, menurut Pinky peluang ini bisa dimanfaatkan untuk menjual produk kita seperti kue, sepatu atau baju.
2. Kreatif
Perempuan dinilai lebih jeli melihat peluang usaha, dan pandai melihat celah usaha dibandingkan dengan pria. Terkadang hal yang terterpikirkan oleh para pria dan dinilai merupakan langkah bisnis sepele, justru bisa mendatangkan keuntungan dan kesuksesan bila dilakukan oleh kaum perempuan.
3. Telaten
Perempuan lebih teliti dalam menjalankan bisnis. Hal-hal detail dalam bisnis seperti urusan packaging, labeling, atau hal kecil lainnya, sangat dipikirkan oleh perempuan sehingga membuat produknya menjadi lebih menarik, dan memiliki daya jual yang tinggi.
4. Tidak mudah putus asa
Dalam berbisnis, perempuan dinilai lebih tangguh dan tidak mudah putus asa ketika mengalami kegagalan. "Perempuan itu ibarat akar tumbuhan yang terus mencari cara untuk tumbuh dan sukses," tegas Pinky.
Ketika menghadapi kegagalan, perempuan memiliki daya juang yang tinggi dan lebih sabar untuk memulai segala sesuatunya dari bawah. Seringkali ketika menghadapi masalah PHK, perempuan lebih tangguh dalam mencari cara untuk bisa bertahan dan mengesampingkan gengsinya untuk memulai usahanya dari bawah dibanding pria. "Banyak pegawai yang akhirnya bisa hidup berkecukupan berkat adanya bantuan usaha dari istrinya yang punya usaha sampingan di rumah," tambahnya.
Blog ini memuat kisah-kisah inspiratif... SELAMAT DATANG dan SALAM ENTREPRENEURHIP
Selasa, 27 Desember 2011
Rabu, 23 November 2011
9 Kiat Berbisnis lewat Social Media
Saat ini ada banyak pebisnis pemula yang mengawali usahanya di dunia maya melalui social media. Menurut Agnes Marlita, seorang pelaku social media marketing, langkah ini dilakukan karena pengusaha-pengusaha ini pada awalnya adalah orang-orang yang memiliki pekerjaan formal tetap, tapi ingin mempunyai usaha sampingan.
"Waktu yang mereka miliki terbatas. Dengan memanfaatkan social media, seperti Facebook atau blog, mereka tetap bisa memantau dan menjalankan usaha tersebut di kantor, di sela-sela pekerjaan utamanya," Agnes menerangkan.
Dalam akun pribadinya, seorang pengusaha bisa memasukkan informasi-informasi tentang barang dagangannya. Namun, Iim Fahima Jachja, CEO dari Virtual Consulting, mengingatkan, karena pada dasarnya social media adalah ajang bersosialisasi, kita tidak bisa mengharapkan orang untuk langsung membeli ketika kita mempromosikan sesuatu. Minimal kita harus membuat mereka senang dengan keberadaan kita dulu, terutama orang atau kenalan baru. Dibutuhkan proses untuk menuju ke sana, tidak bisa secara instan.
Setelah berkenalan dan mengobrol, orang bisa tertarik dengan usaha kita. Sesudahnya barulah ia mau membeli produk yang ditawarkan. "Jadi kalau menggunakan social media, kita harus panjang sabar," tutur Iim sambil tertawa.
Untuk bisa menggunakan social media secara efektif, ada tip-tip yang bisa Anda ikuti:
1. Pilih hanya satu blog. Bentuk blog memang banyak, tapi tidak berarti Anda mesti memiliki semuanya. Supaya lebih fokus, pilih satu saja. Kita juga harus mengalokasikan waktu tersendiri untuk menjalankan blog. Kalau punya lebih dari satu blog, kita bisa keteteran, seperti mengurus banyak toko di mana-mana.
2. Buat tampilan blog yang bagus. Tidak perlu yang njelimet atau aneh, yang penting blog itu bisa menyampaikan maksud kita berjualan.
3. Hindari berpromosi dengan menulis pesan di wall seseorang dan menggunakan fitur "tag" (pada Facebook), serta fitur "mention" (pada Twitter). Iim mengatakan, etika di social media sama saja dengan etika di kehidupan nyata. Intinya kita harus menghargai dan menghormati orang lain. "Memberi komentar, tag, dan mention sembarangan sama saja dengan mengotori isi Facebook dan Twitter seseorang. Padahal Facebook dan Twitter itu ibarat rumah. Kalau tidak ingin rumah kita dikotori, tentunya kita jangan mengotori rumah orang," tegas Iim.
4. Berpromosilah di waktu yang sudah ditentukan di mailing list. Tujuannya adalah agar anggota-anggota lain tidak terganggu dan diskusi utama tetap terjaga.
5. Latih kemampuan menggunakan Twitter. Karena hanya bisa menuliskan 140 karakter, kita harus pintar-pintar mencari cara yang efektif untuk bisa menyampaikan tujuan. Kita juga harus memikirkan cara agar jika ada orang yang me-retweet, isinya tidak terpotong. Menurut Iim, jalan keluarnya adalah dengan banyak berlatih dan belajar.
6. Cepat tanggap. Kehidupan di social media berlangsung setiap detik. Dalam anggapan Iim, kalau berkecimpung di social media, kita juga harus hidup setiap detik. Namun ini bukan berarti kita harus memperbarui status setiap detik. "Jika ada orang yang berkomentar atau mengajukan pertanyaan, saat itu juga kita harus merespons," ujar Iim.
7. Cari follower sebanyak-banyaknya. Menurut Agnes, inilah yang harus dilakukan sebagai pemula di Twitter. Kita bisa mulai dari teman sendiri. "Kita harus rajin nge-tweet informasi tentang produk," ujarnya. Kita bisa menyasar orang dengan jumlah follower yang banyak, tapi ingat, pendekatannya harus secara halus, ya. Kalau sudah tertarik, ia akan mention produk kita. Itu menjadi promosi gratis kepada follower-nya, lho.
8. Belajar dari pebisnis lain yang sudah berhasil. Coba perhatikan blog, Facebook, dan Twitter mereka. Apa yang berbeda, itulah yang membuat mereka lebih unggul dibandingkan pengusaha-pengusaha lain. Ketika berusaha menarik perhatian calon pelanggan baru, jangan tawarkan produk itu sendiri, melainkan keuntungan yang bisa didapat karena membeli produk kita. Sebagai contoh, ketika Anda berjualan mesin cuci. Daripada menawarkan mesin cucinya, lebih baik tawarkan penghematan waktu yang didapat dari pembelian mesin cuci tersebut.
9. Selalu minta pendapat dari pelanggan. Tanyakan kepada mereka, perbaikan atau penyempurnaan apa yang bisa dilakukan terhadap produk kita. Kalau puas, mereka akan mempromosikan usaha kita kepada orang lain.
"Waktu yang mereka miliki terbatas. Dengan memanfaatkan social media, seperti Facebook atau blog, mereka tetap bisa memantau dan menjalankan usaha tersebut di kantor, di sela-sela pekerjaan utamanya," Agnes menerangkan.
Dalam akun pribadinya, seorang pengusaha bisa memasukkan informasi-informasi tentang barang dagangannya. Namun, Iim Fahima Jachja, CEO dari Virtual Consulting, mengingatkan, karena pada dasarnya social media adalah ajang bersosialisasi, kita tidak bisa mengharapkan orang untuk langsung membeli ketika kita mempromosikan sesuatu. Minimal kita harus membuat mereka senang dengan keberadaan kita dulu, terutama orang atau kenalan baru. Dibutuhkan proses untuk menuju ke sana, tidak bisa secara instan.
Setelah berkenalan dan mengobrol, orang bisa tertarik dengan usaha kita. Sesudahnya barulah ia mau membeli produk yang ditawarkan. "Jadi kalau menggunakan social media, kita harus panjang sabar," tutur Iim sambil tertawa.
Untuk bisa menggunakan social media secara efektif, ada tip-tip yang bisa Anda ikuti:
1. Pilih hanya satu blog. Bentuk blog memang banyak, tapi tidak berarti Anda mesti memiliki semuanya. Supaya lebih fokus, pilih satu saja. Kita juga harus mengalokasikan waktu tersendiri untuk menjalankan blog. Kalau punya lebih dari satu blog, kita bisa keteteran, seperti mengurus banyak toko di mana-mana.
2. Buat tampilan blog yang bagus. Tidak perlu yang njelimet atau aneh, yang penting blog itu bisa menyampaikan maksud kita berjualan.
3. Hindari berpromosi dengan menulis pesan di wall seseorang dan menggunakan fitur "tag" (pada Facebook), serta fitur "mention" (pada Twitter). Iim mengatakan, etika di social media sama saja dengan etika di kehidupan nyata. Intinya kita harus menghargai dan menghormati orang lain. "Memberi komentar, tag, dan mention sembarangan sama saja dengan mengotori isi Facebook dan Twitter seseorang. Padahal Facebook dan Twitter itu ibarat rumah. Kalau tidak ingin rumah kita dikotori, tentunya kita jangan mengotori rumah orang," tegas Iim.
4. Berpromosilah di waktu yang sudah ditentukan di mailing list. Tujuannya adalah agar anggota-anggota lain tidak terganggu dan diskusi utama tetap terjaga.
5. Latih kemampuan menggunakan Twitter. Karena hanya bisa menuliskan 140 karakter, kita harus pintar-pintar mencari cara yang efektif untuk bisa menyampaikan tujuan. Kita juga harus memikirkan cara agar jika ada orang yang me-retweet, isinya tidak terpotong. Menurut Iim, jalan keluarnya adalah dengan banyak berlatih dan belajar.
6. Cepat tanggap. Kehidupan di social media berlangsung setiap detik. Dalam anggapan Iim, kalau berkecimpung di social media, kita juga harus hidup setiap detik. Namun ini bukan berarti kita harus memperbarui status setiap detik. "Jika ada orang yang berkomentar atau mengajukan pertanyaan, saat itu juga kita harus merespons," ujar Iim.
7. Cari follower sebanyak-banyaknya. Menurut Agnes, inilah yang harus dilakukan sebagai pemula di Twitter. Kita bisa mulai dari teman sendiri. "Kita harus rajin nge-tweet informasi tentang produk," ujarnya. Kita bisa menyasar orang dengan jumlah follower yang banyak, tapi ingat, pendekatannya harus secara halus, ya. Kalau sudah tertarik, ia akan mention produk kita. Itu menjadi promosi gratis kepada follower-nya, lho.
8. Belajar dari pebisnis lain yang sudah berhasil. Coba perhatikan blog, Facebook, dan Twitter mereka. Apa yang berbeda, itulah yang membuat mereka lebih unggul dibandingkan pengusaha-pengusaha lain. Ketika berusaha menarik perhatian calon pelanggan baru, jangan tawarkan produk itu sendiri, melainkan keuntungan yang bisa didapat karena membeli produk kita. Sebagai contoh, ketika Anda berjualan mesin cuci. Daripada menawarkan mesin cucinya, lebih baik tawarkan penghematan waktu yang didapat dari pembelian mesin cuci tersebut.
9. Selalu minta pendapat dari pelanggan. Tanyakan kepada mereka, perbaikan atau penyempurnaan apa yang bisa dilakukan terhadap produk kita. Kalau puas, mereka akan mempromosikan usaha kita kepada orang lain.
Kamis, 10 November 2011
Pengidap Kanker Serviks Semakin Muda
Kanker serviks merupakan salah satu penyakit perempuan yang paling mematikan. Indonesia pun termasuk negara dengan kasus kanker serviks cukup tinggi: setiap 1 hari, 1 perempuan meninggal akibat penyakit yang juga disebut kanker leher rahim ini.
Pengidap kanker serviks saat ini bukan hanya perempuan yang sudah berumur, tetapi juga para perempuan muda. Bahkan penderita kanker serviks di kalangan perempuan muda telah berlipat ganda antara tahun 1992 dan 2006. Manchester University mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan 43 persen kasus kanker serviks pada perempuan di usia 20-an, dengan jumlah 7,9 per 100.000 perempuan.
"Meskipun angka kasus kanker serviks menurun segera setelah screening kanker serviks dimulai, jumlah perempuan di usia 20-an yang mengembangkan penyakit ini telah meningkat sejak awal tahun '90-an," ujar penulis studi ini, Robert Alston.
Kanker serviks sendiri terjadi akibat paparan Human Papilloma Virus, yang ditransmisikan melalui hubungan seksual. Namun, virus ini hanya berubah menjadi sel-sel kanker karena beberapa kondisi tertentu. Di antaranya adalah menikah muda (sebelum usia 20 tahun) karena leher rahim belum siap menerima paparan dari luar, bergonta-ganti pasangan seksual, kehamilan yang sering, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang juga menjadi penyebab lainnya.
Selain itu, peningkatan kasus penyakit ini juga disebabkan kebiasaan merokok. Asap rokok ternyata dapat mempengaruhi leher rahim, dan mengurangi kemampuannya melawan infeksi.
"Berapapun usia Anda, jika Anda mengalami perdarahan di luar masa menstruasi, selama berhubungan seks, atau setelah menopause, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter," ujar Hazel Nunn dari Cancer Research Inggris.
Lembaga kesehatan di Inggris melakukan berbagai upaya untuk mengedukasi dan membujuk perempuan-perempuan muda untuk menghadiri screening, dan mengingatkan mereka bahwa tindakan kecil seperti pap smear akan mampu menyelamatkan kehidupan mereka di kemudian hari. Pap smear setahun sekali disarankan untuk siapa saja yang sudah aktif secara seksual. Jadi, tidak hanya untuk perempuan yang sudah menikah saja, lho!
sumber:kompas.com
Pengidap kanker serviks saat ini bukan hanya perempuan yang sudah berumur, tetapi juga para perempuan muda. Bahkan penderita kanker serviks di kalangan perempuan muda telah berlipat ganda antara tahun 1992 dan 2006. Manchester University mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan 43 persen kasus kanker serviks pada perempuan di usia 20-an, dengan jumlah 7,9 per 100.000 perempuan.
"Meskipun angka kasus kanker serviks menurun segera setelah screening kanker serviks dimulai, jumlah perempuan di usia 20-an yang mengembangkan penyakit ini telah meningkat sejak awal tahun '90-an," ujar penulis studi ini, Robert Alston.
Kanker serviks sendiri terjadi akibat paparan Human Papilloma Virus, yang ditransmisikan melalui hubungan seksual. Namun, virus ini hanya berubah menjadi sel-sel kanker karena beberapa kondisi tertentu. Di antaranya adalah menikah muda (sebelum usia 20 tahun) karena leher rahim belum siap menerima paparan dari luar, bergonta-ganti pasangan seksual, kehamilan yang sering, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang juga menjadi penyebab lainnya.
Selain itu, peningkatan kasus penyakit ini juga disebabkan kebiasaan merokok. Asap rokok ternyata dapat mempengaruhi leher rahim, dan mengurangi kemampuannya melawan infeksi.
"Berapapun usia Anda, jika Anda mengalami perdarahan di luar masa menstruasi, selama berhubungan seks, atau setelah menopause, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter," ujar Hazel Nunn dari Cancer Research Inggris.
Lembaga kesehatan di Inggris melakukan berbagai upaya untuk mengedukasi dan membujuk perempuan-perempuan muda untuk menghadiri screening, dan mengingatkan mereka bahwa tindakan kecil seperti pap smear akan mampu menyelamatkan kehidupan mereka di kemudian hari. Pap smear setahun sekali disarankan untuk siapa saja yang sudah aktif secara seksual. Jadi, tidak hanya untuk perempuan yang sudah menikah saja, lho!
sumber:kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)