Jumat, 08 April 2011

PESANTREN KILAT-SNMPTN 2011

Pesantren Kilat Sukses SNMPTN 2011 adalah inovasi baru dalam bimbingan belajar intensif persiapan SNMPTN.
Dipandu sejumlah guru, tutor dan trainer handal dari UI, UGM dan ITB. Pesantren Kilat Sukses SNMPTN 2011
memberikan nilai tambah bagi para lulusan SMA/SMK/MA yang ingin lulus di PTN Unggulan. Dengan metode
belajar accelerated learning dan spiritual treatment, Pesantren Kilat Sukses SNMPTN 2011 memastikan
kelulusan siswa pada SNMPTN 2011.
 
Call Center: 021-8297329
(Yayasan MataAir Jakarta)
sanlatsuksesptn.blogspot.com

Senin, 04 April 2011

Paramadina Fellowship 2011

(Beasiswa Full untuk S1)

Universitas Paramadina bekerjasama dengan para dermawan Indonesia untuk
“keempat kalinya”, menawarkan beasiswa kepada siswa-siswi lulusan
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat yang memiliki
prestasi akademik maupun non akademik untuk mengikuti pendidikan (S-1)
di Universitas Paramadina, pada Program Studi : Manajemen, Falsafah dan
Agama, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Hubungan Internasional, Teknik
Informatika, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk Industri


Dana Beasiswa
Paramadina Fellowship 2011, mencakup pendanaan :

* Dana transportasi dari tempat asal menuju ke Universitas Paramadina.
* Biaya studi maksimal 4 tahun kalender akademik.
* Dana pendukung pra-kuliah sebesar Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus
ribu rupiah).
* Tunjangan buku 1 juta rupiah per-semester.
* Biaya hidup (living allowance) sebesar 1 juta rupiah per-bulan.** dan
20% dari dana tersebut dikenakan untuk dana asrama.
* Disediakan asrama, wajib tinggal selama 2 tahun atau 4 semester
berturut-turut.** dan dapat diperpanjang hingga akhir kuliah (maksimal 4
tahun, sesuai kalender akademik).
* Kemungkinan pelatihan dan magang selama studi, di perusahaan Donor.
* Peluang kesempatan kerja atau tawaran kerja dari Donor, setelah
menyelesaikan studi S-1.


Untuk memperoleh informasi Paramadina Fellowship 2011:

http://www.paramadina.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=659:paramadina-fellowship-2011&catid=74:berita-a-informasi&Itemid=116


Sdri. Lina & Cici
Telp. +62 21 7918 1188 Ext. 888/200
Sdri. Muna Pratiwi
Koordinator Fellowship
Telp. +62 21 7918 1188 Ext. 232/235

Universitas Paramadina
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
Telp. +62 21 7918 1188
Fax. +62 21 799 3375

Selasa, 29 Maret 2011

Saatnya Sarjana Alergi Jadi Pegawai...


Kewirausahaan perlu dijadikan pendidikan alternatif dalam menciptakan wirausahawan muda guna menekan angka pengangguran di Indonesia. Pendidikan kewirausahaan memberikan makna, bahwa seorang sarjana tidak perlu tergantung dengan bekerja di perusahaan. 

Pendidikan kewirausahaan akan menanamkan makna kepada para sarjana bahwa kita jangan bergantung pada pekerjaan sebagai pegawai.
-- Sunarji

Demikian disampaikan Wakil Rektor (Warek III) Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama Industri Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Sunarji, saat menghadiri kuliah umum tentang peningkatan kapasitas kewirausahaan di perguruan tinggi, Jumat (25/3/2011), di Universitas Indonesia, Depok.
"Pendidikan kewirausahaan akan menanamkan makna kepada para sarjana, calon-calon wirausahawan, bahwa kita jangan bergantung pada pekerjaan sebagai pegawai," kata Sunarji.

Pada tingkat perguruan tinggi, lanjut dia, kurikulum tentang pendidikan kewirausahaan sebenarnya sudah ada. Pendidikan ini salah satunya diberikan melalui mata kuliah kewirausahaan.

"Kurikulumnya ada pada mata kuliah kewirausahaan dan itu sudah cukup mendukung," kata Sunarji.
Dia mengungkapkan, ada beberapa kendala dalam menyampaikan pendidikan kewirausahaan ini, yaitu perlu adanya suatu hubungan yang baik antara para praktisi wirausaha dengan para calon wirausaha. Untuk itu, institusi pendidikan harus bisa mendatangkan dosen tamu yang berasal dari praktisi berpengalaman di dunia kewirausahaan.

Hal itu akan sangat membantu perguruan tinggi menerapkan ilmu kewirausahaan. Karena, kata Sunarji, selain untuk pendalaman teori, kehadiran para praktisi juga sebagai mediator berbagi pengalaman praktik berwirausaha.

"Kita perlu mendatangkan praktisi-praktisi yang sukses agar mahasiswa termotivasi dan terjadi proses pertukaran pengalaman," katanya. 

Sumber : kompas.com