Bisnis kecil yang baru saja Anda buka membawa banyak harapan untuk meraih kesuksesan. Kata “kegagalan“ barangkali hanya terlintas sekali dua kali. Lagipula siapa, sih, yang mendambakan kegagalan? Padahal menghitung risiko kegagalan jauh lebih aman daripada tidak sama sekali. Hitung-hitung Anda mempunyai benteng pertahanan yang lebih kuat agar bisnis tak mundah runtuh.
Selain bersikap tak mau tahu tentang risiko kegagalan, apa saja, sih, yang membuat para wirausahawan gagal di bisnisnya? Berikut di antaranya.
Memulai dengan alasan keliru
Coba tanya diri sendiri, apa alasan Anda memulai bisnis sendiri? Menginginkan uang yang lebih banyak daripada penghasilan yang didapatkan saat ini? Waktu luang dengan keluarga yang lebih banyak ketimbang bekerja di perusahaan orang lain? Atau, Anda bosan diperintah? Jika Anda mengangguk pertanda setuju dengan alasan-alasan tadi, maka pikirkan kembali.
Anda mempunyai kesempatan yang lebih bagus untuk sukses di bisnis baru jika:
* Anda mempunyai passion atau kecintaan akan sesuatu yang Anda lakukan. Passion ini akan menggiring Anda untuk memiliki kemauan tingkat tinggi, kesabaran, dan perilaku yang positif.
* Kesuksesan juga akan terjadi ketika Anda percaya bahwa produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan Anda memang mempunyai peluang di pasarnya. Tentunya keyakinan ini didasarkan pada riset yang dilakukan secara profesional, bukan asumsi belaka.
* Fit secara fisik dan mental, sehingga Anda siap menyambut tantangan apapun yang menghampiri di masa depan.
* Ketika Anda gagal, Anda tak lantas mengibarkan bendera putih. Anda justru mencari tahu di mana letak kesalahannya, dan berupaya memperbaikinya.
* Anda bisa mengambil keputusan di saat yang genting, termasuk mengenal usaha Anda luar. Jadi jika sewaktu-waktu staf yang dibutuhkan sedang berhalangan, Anda tak kehilangan kendali. Malah, Anda bisa mengambil alih.
Buruknya manajemen
Kegagalan berbisnis yang dialami para pemula biasanya disebabkan buruknya manajemen. Para wirausahawan yang masih hijau memang cenderung meraba-raba area manajemen bisnis. Sebut saja rencana bisnis, keuangan, pembelian, penjualan, produksi, hingga perekrutan karyawan. Padahal hal-hal ini sangat diperlukan untuk membangun sebuah usaha menjadi lebih matang. Pengetahuan tentang manajemen juga dibutuhkan untuk menghindarkan Anda dari penipuan.
Untuk mengejar ketinggalan ini, Anda memang harus belajar dari nol. Mengais ilmu dari berbagai pelatihan manajemen bisnis yang kredibel atau bertukar pendapat dengan teman yang sudah lebih dulu terjun ke dunia wirausaha, bisa Anda lakukan.
Hal lain yang harus Anda ingat adalah manajemen juga berarti mengatur diri sendiri menjadi pemimpin yang sukses. Ia harus bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga pegawainya pun semangat bekerja. Pemimpin juga diwajibkan mampu berpikir strategis, berani menghadapi perubahan, dan mencari peluang baru yang lebih menguntungkan.
Modal yang kuat
Kesalahan terfatal pada wirausahawan pemula adalah modal yang tidak mencukupi. Seorang pemilik perusahaan, meski kecil, harus bisa menghitung berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk memulai dan menghidupi usahanya, selama belum menghasilkan keuntungan yang terasa. Jadi, jangan dulu berkhayal akan mendapatkan keuntungan yang fantastis jika Anda baru memulai sebuah usaha.
Memilih lokasi
Kalimat bijak yang mengatakan bahwa lokasi menentukan prestasi memang benar adanya. Jika Anda mendirikan toko di lokasi yang strategis, meski banyak pesaing, namun setidaknya Anda masih bisa bertahan. Lain halnya dengan lokasi yang buruk, bisa-bisa mimpi menjadi wirausahawan gagal di awal jalan.
Nah, apa saja yang perlu diperhitungkan ketika memilih lokasi usaha?
* Pastikan pelanggan tak terhambat lalu lintas yang padat, mudah diakses, disertai area parkir, dan lampu jalan yang memadai.
* Pastikan kompetitor di sekeliling lokasi tak terlalu banyak sehingga peluang Anda masih terbuka lebar.
* Pastikan gedung atau ruangan yang disewa terjamin keamanannya.
* Carilah lokasi usaha yang memang mempunyai peluang pasar yang bagus. Anda bisa mengetahuinya dengan melakukan riset terhadap calon pelanggan yang berada di sana.
Kurang terencana
Semua orang yang sukses membangun usahanya dari nol pasti paham betul bahwa perencanaan matang dan kerja keras memegang peranan penting. Selain harus memperhitungkan segala kendala, perencanaan juga harus dibuat realistis, akurat, terkini, dan memperhitungkan target di masa depan.
Anda juga harus mencari tahu bagaimana cara mempromosikan barang atau jasa yang dijual perusahaan kecil Anda. Salah satu metode paling sederhana namun teruji adalah membuat business plan yang tersusun rapi.
Buru-buru ekspansi
Suatu hari tanpa diduga, usaha melesat sukses dan Anda memutuskan untuk meningkatkan produksi barang. Di saat yang sama, Anda lupa memperhitungkan kemampuan produksi. Sehingga pada akhirnya Anda kewalahan dan kehilangan pelanggan setia. Jadi, jika memang belum mampu untuk melakukan ekspansi, bersabar saja dulu. Karena bagaimanapun perkembangan usaha yang lambat tapi fokus lebih baik daripada terburu-buru tanpa kepastian.
Absen di dunia maya
Zaman sekarang masih malas untuk mempunyai situs atau akun jejaring sosial usaha Anda? Rasanya Anda harus segera mengubah pemikiran sempit ini. Apalagi pengguna internet semakin banyak. Malah online shopping makin digemari karena kepraktisannya. Mala, posisikan situs dan akun jejaring sosial adalah toko Anda di dunia maya.Luangkan waktu dan sisihkan biaya untuk membuat situs usaha Anda yang representatif. Sehingga siapapun di belahan dunia ini bisa mengetahui produk yang Anda jual. Peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari situs yang dimiliki juga bukan isapan jempol semata. Iklan-iklan mungil di situs juga bisa memberi penghasilan yang tak sedikit bagi pemilik situs. Aktifkan juga jejaring sosial Anda dan sesuai fungsinya, gunakan untuk berinteraksi para anggota laman Anda. Jangan ragu untuk memperbanyak promosi produk Anda di dunia maya.
Mengenal kompetitor
Di tengah banyaknya pesaing, langkah-langkah berikut harus Anda lakukan agar tak tergerus kompetisi. Pertama, menjadi pembeli untuk mengetahui keinginan pembeli. Caranya mudah, intip saja “toko sebelah” yang merupakan pesaing Anda. Dengan melakukan ini, setidaknya Anda tahu bagaimana cara para pesaing memasarkan produknya, harga yang dipasang, melayani pelanggan, sampai trik promosinya. Bukan untuk ditiru, ya! Justru Anda harus mencari celah lain agar toko Anda berbeda dan lebih menarik meski barang jualannya sama. Eksekusi yang matang dan berkonsep sudah pasti membuat orang-orang lebih tertarik.
Berjualan tak cukup jalan di tempat. Sesekali cobalah ikuti bazar. Pilihlah bazar dengan lokasi strategis yang sudah pasti dikunjungi banyak pengunjung. Bazar juga tak hanya berjualan, di event ini Anda bisa mengumpulkan jaringan yang lebih kuat sembari (lagi-lagi) melihat bagaimana para pesaing berjualan. Bukan tak mungkin, Anda menjadi lebih termotivasi untuk melakukan gebrakan-gebrakan bisnis yang baru, kan? Selain itu, rajin-rajinlah mengadakan promosi untuk menggaet pelanggan baru dan menyenangkan pelanggan lama. Misalnya, cukup dengan mengunggah foto pelanggan memakai baju muslim dari toko Anda di situs jejaring sosial, Si Pelanggan mendapatkan voucher diskon.
Blog ini memuat kisah-kisah inspiratif... SELAMAT DATANG dan SALAM ENTREPRENEURHIP
Sabtu, 28 Januari 2012
Selasa, 27 Desember 2011
4 Keunggulan Perempuan dalam Berbisnis
Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia 2010, sekitar 60 persen UKM dikelola oleh perempuan Indonesia. "Tanpa disadari ternyata perempuan memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian negara," ungkap Pinky Saptandari, Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Kompas Female, di sela acara Katumbiri Expo di Jakarta Convention Center.
Kesadaran perempuan Indonesia untuk maju dan berkembang dalam ekonomi dan keluarga membantu peningkatan dan berkembangnya bibit-bibit jiwa wirausaha perempuan. Kondisi krisis ekonomi secara tak langsung juga mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan perempuan dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi pribadi dan keluarga.
"Namun yang paling penting adalah, para perempuan ini bisa membantu kemandiriannya sebagai manusia tanpa harus tergantung pada suaminya dalam batas-batas tertentu," beber Pinky.
Tak dipungkiri juga, bahwa dengan berwirausaha para perempuan juga bisa memiliki kemandirian secara finansial dalam keluarga. "Dengan adanya kemandirian ekonomi, perempuan bisa memiliki power dan kekuatan sendiri untuk melakukan apapun, serta membuka akses ke semua jaringan. Selain itu, power ini juga akan bisa memperkuat perempuan secara psikologis, dan menghindari adanya tindakan pelecehan ataupun KDRT dalam rumah tangga. Dan ini membuat perempuan punya posisi bargaining dalam keluarga; bukan berarti untuk mengalahkan suami, tapi agar tidak disepelekan karena kita juga memiliki kontribusi dalam ekonomi," tambah Pinky.
Sayangnya, banyak perempuan yang hingga kini belum menyadari kemampuan mereka untuk berwirausaha. Banyak hal yang menjadi pertimbangan mereka, seperti tidak adanya dukungan dari suami, atau karena adanya kewajiban dalam ranah domestik yang harus dilakukan setiap hari.
"Padahal hal tersebut masih bisa diselesaikan dengan baik. Seharusnya tidak ada yang dikorbankan ketika perempuan memilih untuk berwirausaha," ungkap Santi Mia Sipan, President Director PT Jaty Arthamas, dalam kesempatan lain di Pisa Cafe, Jakarta Selatan.
Tak sedikit pula para perempuan yang memutuskan berwirausaha dengan modal nekad, namun ternyata mampu meraup kesuksesan. "Para perempuan ini memiliki beberapa kelebihan untuk berwirausaha dibandingkan dengan pria," tukas Pinky.
Beberapa kelebihan perempuan dalam mengelola bisnis dibanding dengan pria adalah:
1. Networking
Dibandingkan dengan pria, perempuan memiliki keunggulan dalam hal networking. "Perempuan memiliki keunggulan dalam segi jaringan pemasaran, karena memiliki pergaulan yang luas," bebernya. Hal ini disebabkan perempuan memiliki kemampuan sosial dan mudah bergaul, sehingga lebih mudah untuk bisa menjaring konsumen. Misalnya saja melalui arisan.
"Banyak orang, terutama pria, yang mengganggap bahwa arisan hanya menghabiskan uang, padahal sebenarnya itu merupakan salah satu cara untuk menjalin relasi," jelas Pinky. Sekarang ini, setiap perempuan -khususnya ibu rumah tangga- pasti mengikuti beberapa kegiatan arisan sekaligus dalam satu waktu. Jika cerdik, menurut Pinky peluang ini bisa dimanfaatkan untuk menjual produk kita seperti kue, sepatu atau baju.
2. Kreatif
Perempuan dinilai lebih jeli melihat peluang usaha, dan pandai melihat celah usaha dibandingkan dengan pria. Terkadang hal yang terterpikirkan oleh para pria dan dinilai merupakan langkah bisnis sepele, justru bisa mendatangkan keuntungan dan kesuksesan bila dilakukan oleh kaum perempuan.
3. Telaten
Perempuan lebih teliti dalam menjalankan bisnis. Hal-hal detail dalam bisnis seperti urusan packaging, labeling, atau hal kecil lainnya, sangat dipikirkan oleh perempuan sehingga membuat produknya menjadi lebih menarik, dan memiliki daya jual yang tinggi.
4. Tidak mudah putus asa
Dalam berbisnis, perempuan dinilai lebih tangguh dan tidak mudah putus asa ketika mengalami kegagalan. "Perempuan itu ibarat akar tumbuhan yang terus mencari cara untuk tumbuh dan sukses," tegas Pinky.
Ketika menghadapi kegagalan, perempuan memiliki daya juang yang tinggi dan lebih sabar untuk memulai segala sesuatunya dari bawah. Seringkali ketika menghadapi masalah PHK, perempuan lebih tangguh dalam mencari cara untuk bisa bertahan dan mengesampingkan gengsinya untuk memulai usahanya dari bawah dibanding pria. "Banyak pegawai yang akhirnya bisa hidup berkecukupan berkat adanya bantuan usaha dari istrinya yang punya usaha sampingan di rumah," tambahnya.
Kesadaran perempuan Indonesia untuk maju dan berkembang dalam ekonomi dan keluarga membantu peningkatan dan berkembangnya bibit-bibit jiwa wirausaha perempuan. Kondisi krisis ekonomi secara tak langsung juga mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan perempuan dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi pribadi dan keluarga.
"Namun yang paling penting adalah, para perempuan ini bisa membantu kemandiriannya sebagai manusia tanpa harus tergantung pada suaminya dalam batas-batas tertentu," beber Pinky.
Tak dipungkiri juga, bahwa dengan berwirausaha para perempuan juga bisa memiliki kemandirian secara finansial dalam keluarga. "Dengan adanya kemandirian ekonomi, perempuan bisa memiliki power dan kekuatan sendiri untuk melakukan apapun, serta membuka akses ke semua jaringan. Selain itu, power ini juga akan bisa memperkuat perempuan secara psikologis, dan menghindari adanya tindakan pelecehan ataupun KDRT dalam rumah tangga. Dan ini membuat perempuan punya posisi bargaining dalam keluarga; bukan berarti untuk mengalahkan suami, tapi agar tidak disepelekan karena kita juga memiliki kontribusi dalam ekonomi," tambah Pinky.
Sayangnya, banyak perempuan yang hingga kini belum menyadari kemampuan mereka untuk berwirausaha. Banyak hal yang menjadi pertimbangan mereka, seperti tidak adanya dukungan dari suami, atau karena adanya kewajiban dalam ranah domestik yang harus dilakukan setiap hari.
"Padahal hal tersebut masih bisa diselesaikan dengan baik. Seharusnya tidak ada yang dikorbankan ketika perempuan memilih untuk berwirausaha," ungkap Santi Mia Sipan, President Director PT Jaty Arthamas, dalam kesempatan lain di Pisa Cafe, Jakarta Selatan.
Tak sedikit pula para perempuan yang memutuskan berwirausaha dengan modal nekad, namun ternyata mampu meraup kesuksesan. "Para perempuan ini memiliki beberapa kelebihan untuk berwirausaha dibandingkan dengan pria," tukas Pinky.
Beberapa kelebihan perempuan dalam mengelola bisnis dibanding dengan pria adalah:
1. Networking
Dibandingkan dengan pria, perempuan memiliki keunggulan dalam hal networking. "Perempuan memiliki keunggulan dalam segi jaringan pemasaran, karena memiliki pergaulan yang luas," bebernya. Hal ini disebabkan perempuan memiliki kemampuan sosial dan mudah bergaul, sehingga lebih mudah untuk bisa menjaring konsumen. Misalnya saja melalui arisan.
"Banyak orang, terutama pria, yang mengganggap bahwa arisan hanya menghabiskan uang, padahal sebenarnya itu merupakan salah satu cara untuk menjalin relasi," jelas Pinky. Sekarang ini, setiap perempuan -khususnya ibu rumah tangga- pasti mengikuti beberapa kegiatan arisan sekaligus dalam satu waktu. Jika cerdik, menurut Pinky peluang ini bisa dimanfaatkan untuk menjual produk kita seperti kue, sepatu atau baju.
2. Kreatif
Perempuan dinilai lebih jeli melihat peluang usaha, dan pandai melihat celah usaha dibandingkan dengan pria. Terkadang hal yang terterpikirkan oleh para pria dan dinilai merupakan langkah bisnis sepele, justru bisa mendatangkan keuntungan dan kesuksesan bila dilakukan oleh kaum perempuan.
3. Telaten
Perempuan lebih teliti dalam menjalankan bisnis. Hal-hal detail dalam bisnis seperti urusan packaging, labeling, atau hal kecil lainnya, sangat dipikirkan oleh perempuan sehingga membuat produknya menjadi lebih menarik, dan memiliki daya jual yang tinggi.
4. Tidak mudah putus asa
Dalam berbisnis, perempuan dinilai lebih tangguh dan tidak mudah putus asa ketika mengalami kegagalan. "Perempuan itu ibarat akar tumbuhan yang terus mencari cara untuk tumbuh dan sukses," tegas Pinky.
Ketika menghadapi kegagalan, perempuan memiliki daya juang yang tinggi dan lebih sabar untuk memulai segala sesuatunya dari bawah. Seringkali ketika menghadapi masalah PHK, perempuan lebih tangguh dalam mencari cara untuk bisa bertahan dan mengesampingkan gengsinya untuk memulai usahanya dari bawah dibanding pria. "Banyak pegawai yang akhirnya bisa hidup berkecukupan berkat adanya bantuan usaha dari istrinya yang punya usaha sampingan di rumah," tambahnya.
Rabu, 23 November 2011
9 Kiat Berbisnis lewat Social Media
Saat ini ada banyak pebisnis pemula yang mengawali usahanya di dunia maya melalui social media. Menurut Agnes Marlita, seorang pelaku social media marketing, langkah ini dilakukan karena pengusaha-pengusaha ini pada awalnya adalah orang-orang yang memiliki pekerjaan formal tetap, tapi ingin mempunyai usaha sampingan.
"Waktu yang mereka miliki terbatas. Dengan memanfaatkan social media, seperti Facebook atau blog, mereka tetap bisa memantau dan menjalankan usaha tersebut di kantor, di sela-sela pekerjaan utamanya," Agnes menerangkan.
Dalam akun pribadinya, seorang pengusaha bisa memasukkan informasi-informasi tentang barang dagangannya. Namun, Iim Fahima Jachja, CEO dari Virtual Consulting, mengingatkan, karena pada dasarnya social media adalah ajang bersosialisasi, kita tidak bisa mengharapkan orang untuk langsung membeli ketika kita mempromosikan sesuatu. Minimal kita harus membuat mereka senang dengan keberadaan kita dulu, terutama orang atau kenalan baru. Dibutuhkan proses untuk menuju ke sana, tidak bisa secara instan.
Setelah berkenalan dan mengobrol, orang bisa tertarik dengan usaha kita. Sesudahnya barulah ia mau membeli produk yang ditawarkan. "Jadi kalau menggunakan social media, kita harus panjang sabar," tutur Iim sambil tertawa.
Untuk bisa menggunakan social media secara efektif, ada tip-tip yang bisa Anda ikuti:
1. Pilih hanya satu blog. Bentuk blog memang banyak, tapi tidak berarti Anda mesti memiliki semuanya. Supaya lebih fokus, pilih satu saja. Kita juga harus mengalokasikan waktu tersendiri untuk menjalankan blog. Kalau punya lebih dari satu blog, kita bisa keteteran, seperti mengurus banyak toko di mana-mana.
2. Buat tampilan blog yang bagus. Tidak perlu yang njelimet atau aneh, yang penting blog itu bisa menyampaikan maksud kita berjualan.
3. Hindari berpromosi dengan menulis pesan di wall seseorang dan menggunakan fitur "tag" (pada Facebook), serta fitur "mention" (pada Twitter). Iim mengatakan, etika di social media sama saja dengan etika di kehidupan nyata. Intinya kita harus menghargai dan menghormati orang lain. "Memberi komentar, tag, dan mention sembarangan sama saja dengan mengotori isi Facebook dan Twitter seseorang. Padahal Facebook dan Twitter itu ibarat rumah. Kalau tidak ingin rumah kita dikotori, tentunya kita jangan mengotori rumah orang," tegas Iim.
4. Berpromosilah di waktu yang sudah ditentukan di mailing list. Tujuannya adalah agar anggota-anggota lain tidak terganggu dan diskusi utama tetap terjaga.
5. Latih kemampuan menggunakan Twitter. Karena hanya bisa menuliskan 140 karakter, kita harus pintar-pintar mencari cara yang efektif untuk bisa menyampaikan tujuan. Kita juga harus memikirkan cara agar jika ada orang yang me-retweet, isinya tidak terpotong. Menurut Iim, jalan keluarnya adalah dengan banyak berlatih dan belajar.
6. Cepat tanggap. Kehidupan di social media berlangsung setiap detik. Dalam anggapan Iim, kalau berkecimpung di social media, kita juga harus hidup setiap detik. Namun ini bukan berarti kita harus memperbarui status setiap detik. "Jika ada orang yang berkomentar atau mengajukan pertanyaan, saat itu juga kita harus merespons," ujar Iim.
7. Cari follower sebanyak-banyaknya. Menurut Agnes, inilah yang harus dilakukan sebagai pemula di Twitter. Kita bisa mulai dari teman sendiri. "Kita harus rajin nge-tweet informasi tentang produk," ujarnya. Kita bisa menyasar orang dengan jumlah follower yang banyak, tapi ingat, pendekatannya harus secara halus, ya. Kalau sudah tertarik, ia akan mention produk kita. Itu menjadi promosi gratis kepada follower-nya, lho.
8. Belajar dari pebisnis lain yang sudah berhasil. Coba perhatikan blog, Facebook, dan Twitter mereka. Apa yang berbeda, itulah yang membuat mereka lebih unggul dibandingkan pengusaha-pengusaha lain. Ketika berusaha menarik perhatian calon pelanggan baru, jangan tawarkan produk itu sendiri, melainkan keuntungan yang bisa didapat karena membeli produk kita. Sebagai contoh, ketika Anda berjualan mesin cuci. Daripada menawarkan mesin cucinya, lebih baik tawarkan penghematan waktu yang didapat dari pembelian mesin cuci tersebut.
9. Selalu minta pendapat dari pelanggan. Tanyakan kepada mereka, perbaikan atau penyempurnaan apa yang bisa dilakukan terhadap produk kita. Kalau puas, mereka akan mempromosikan usaha kita kepada orang lain.
"Waktu yang mereka miliki terbatas. Dengan memanfaatkan social media, seperti Facebook atau blog, mereka tetap bisa memantau dan menjalankan usaha tersebut di kantor, di sela-sela pekerjaan utamanya," Agnes menerangkan.
Dalam akun pribadinya, seorang pengusaha bisa memasukkan informasi-informasi tentang barang dagangannya. Namun, Iim Fahima Jachja, CEO dari Virtual Consulting, mengingatkan, karena pada dasarnya social media adalah ajang bersosialisasi, kita tidak bisa mengharapkan orang untuk langsung membeli ketika kita mempromosikan sesuatu. Minimal kita harus membuat mereka senang dengan keberadaan kita dulu, terutama orang atau kenalan baru. Dibutuhkan proses untuk menuju ke sana, tidak bisa secara instan.
Setelah berkenalan dan mengobrol, orang bisa tertarik dengan usaha kita. Sesudahnya barulah ia mau membeli produk yang ditawarkan. "Jadi kalau menggunakan social media, kita harus panjang sabar," tutur Iim sambil tertawa.
Untuk bisa menggunakan social media secara efektif, ada tip-tip yang bisa Anda ikuti:
1. Pilih hanya satu blog. Bentuk blog memang banyak, tapi tidak berarti Anda mesti memiliki semuanya. Supaya lebih fokus, pilih satu saja. Kita juga harus mengalokasikan waktu tersendiri untuk menjalankan blog. Kalau punya lebih dari satu blog, kita bisa keteteran, seperti mengurus banyak toko di mana-mana.
2. Buat tampilan blog yang bagus. Tidak perlu yang njelimet atau aneh, yang penting blog itu bisa menyampaikan maksud kita berjualan.
3. Hindari berpromosi dengan menulis pesan di wall seseorang dan menggunakan fitur "tag" (pada Facebook), serta fitur "mention" (pada Twitter). Iim mengatakan, etika di social media sama saja dengan etika di kehidupan nyata. Intinya kita harus menghargai dan menghormati orang lain. "Memberi komentar, tag, dan mention sembarangan sama saja dengan mengotori isi Facebook dan Twitter seseorang. Padahal Facebook dan Twitter itu ibarat rumah. Kalau tidak ingin rumah kita dikotori, tentunya kita jangan mengotori rumah orang," tegas Iim.
4. Berpromosilah di waktu yang sudah ditentukan di mailing list. Tujuannya adalah agar anggota-anggota lain tidak terganggu dan diskusi utama tetap terjaga.
5. Latih kemampuan menggunakan Twitter. Karena hanya bisa menuliskan 140 karakter, kita harus pintar-pintar mencari cara yang efektif untuk bisa menyampaikan tujuan. Kita juga harus memikirkan cara agar jika ada orang yang me-retweet, isinya tidak terpotong. Menurut Iim, jalan keluarnya adalah dengan banyak berlatih dan belajar.
6. Cepat tanggap. Kehidupan di social media berlangsung setiap detik. Dalam anggapan Iim, kalau berkecimpung di social media, kita juga harus hidup setiap detik. Namun ini bukan berarti kita harus memperbarui status setiap detik. "Jika ada orang yang berkomentar atau mengajukan pertanyaan, saat itu juga kita harus merespons," ujar Iim.
7. Cari follower sebanyak-banyaknya. Menurut Agnes, inilah yang harus dilakukan sebagai pemula di Twitter. Kita bisa mulai dari teman sendiri. "Kita harus rajin nge-tweet informasi tentang produk," ujarnya. Kita bisa menyasar orang dengan jumlah follower yang banyak, tapi ingat, pendekatannya harus secara halus, ya. Kalau sudah tertarik, ia akan mention produk kita. Itu menjadi promosi gratis kepada follower-nya, lho.
8. Belajar dari pebisnis lain yang sudah berhasil. Coba perhatikan blog, Facebook, dan Twitter mereka. Apa yang berbeda, itulah yang membuat mereka lebih unggul dibandingkan pengusaha-pengusaha lain. Ketika berusaha menarik perhatian calon pelanggan baru, jangan tawarkan produk itu sendiri, melainkan keuntungan yang bisa didapat karena membeli produk kita. Sebagai contoh, ketika Anda berjualan mesin cuci. Daripada menawarkan mesin cucinya, lebih baik tawarkan penghematan waktu yang didapat dari pembelian mesin cuci tersebut.
9. Selalu minta pendapat dari pelanggan. Tanyakan kepada mereka, perbaikan atau penyempurnaan apa yang bisa dilakukan terhadap produk kita. Kalau puas, mereka akan mempromosikan usaha kita kepada orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)